pank_sqr

Sorowako...
Sebuah desa kecil yang berada di propinsi Sulawesi Selatan, Jaraknya + 600 km di sebelah utara Kota Makassar (ibukota Propinsi Sulawesi selatan). Terletak di pinggiran pegunungan verbeek, di tepi Danau Matano salah satu danau terindah dan terdalam di dunia.
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
Home
Pemkab Lutim Tinjau Makam Kuno di Desa Matano PDF Print E-mail
Written by Sorowako.Net   
Monday, 22 December 2008 09:33
Situs Kuburan Kuno di Matano memang jarang kita dengar dalam perbincangan sehari-hari. Setelah kuburan ini dipugar, tentunya akan menambah satu lagi tempat wisata di Luwu Timur. Kuburan ini, Sabtu kemaren ditinjau untuk perencanaan pemugarannya.

Tim Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Lutim) meninjau komplek kuburan kuno di Desa Matano, Kecamatan Nuha pada Sabtu kemarin (8 November 2008). Tim yang terdiri dari Kabag Sosial Budaya, Bappeda, Drs. Basruddin, Kabag Litbang Bappeda , Suyatman S.Pd., dan staf teknis Bappeda, Heriwanto ST., bersama Sekretaris Desa Matano, Jumahir, mengunjungi kuburan kuno tersebut untuk memeriksa kondisi kuburon kuno tersebut. Menurut Jumahir, dari cerita masyarakat sekitar keberadaan kuno tersebut merupakan makam dari penguasa zaman dulu di Matano dan sekitarnya.

“Masyarakat menyebut makam itu adalah makam Raja Mokole Lukamandiu yang merupakan awal dari penduduk di Matano ini. Usia makam ini sudah cukup lama, belum tahu pasti tahun berapa. Tapi sejak dulu orang tahu itu makam raja yang menguasai wilayah Matano ini dan merupakan cikal bakal penduduk di sini,” ujar Jumahir.

Menurut Basruddin, Pemkab Lutim merencanakan akan memugar makam kuno itu. “Ini merupakan salah satu program untuk pelestarian sejarah dan budaya di Luwu Timur. Bila dibenahi dan ditata kemungkinan bisa komplek makam ini menjadi salah satu objek wisata di Luwu Timur,” ungkap Basruddin. Kondisi makam sangat mengenaskan ketika ditinjau Tim Pemkab Lutim. Makam sudah terbongkar. “Dulu makam ini seperti candi dan banyak patung-patung berbentuk orang. Tapi sekitar tahun 70-an ada orang-orang yang menggali makam ini dan membawa patung-patungnya,” jelas Jumahir. Ukuran makam Raja Mokole Lukamandiu sekitar 4 kali 4 meter. Di tengah makam hanya ada dua batu nisan yang terpenggal. Ditengah makam, ada bekas penggalian. Makam dikelilingi tumpukan batu seperti benteng dan ada pecahan keramik seperti keramik kuno dan sepotong gamelan dari besi. “Dulu banyak patung-patung kuno di sekitar makam ini. Selain makam raja ini juga banyak makam-makam kecil lainnya di sekitar sini,” terang Jumahir.

Untuk mencapai makam kuno itu, Tim Pemkab Lutim berangkat dari Sorowako dengan menyewa perahu katinting menuju Desa Matano dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Dari Desa Matano, tim memerlukan kurang lebih 1 jam mendaki bukit sekitar 300 meter dari permukaan Danau Matano, yang merupakan tempat makam tersebut. Jalan menuju makam hanya bisa dilalui melalui jalan setapak yang diselimuti semak belukar. Tanpa pemandu dari penduduk Desa Matano, pengunjung akan sulit menemui lokasi makam tersebut, malah kemungkinan akan tersesat dan tidak dapat menjumpai makam itu.

Untuk membangun makam itu, menurut Jumahir, dulu orang-orang berjejer dari tepi Danau Matano hingga ke pucuk bukit tempat makam itu. Satu-persatu batu-batu dioper melalui orang-orang itu hingga sampai ke lokasi makam. “Itu yang saya ketahui dari cerita orang-orang tua dahulu. Makam ini dulu seperti bangunan candi-candi. Banyak patung-patungnya,” terang Jumahir.

Menurut Jumahir, dulu sekitar tahun 80-an ada penelitian dari Balai Arkeologi dan Benda-benda purbakala dari Makassar. “Tapi belum tahu seperti apa hasilnya sampai sekarang. Mungkin di Balai Arkeologi itu ada hasil-hasil penelitiannya,” ujar Jumahir.

Menurut Basruddin, mudah-mudahan anggaran Tahun 2009 sudah cair untuk pemeliharaan dan pemugaran makam ini .

Comments (5)Add Comment
0
...
written by Atma Gamara, March 17, 2009
artikel ini sangat menarik, apalagi jika PemKab Luwu Timur secepatnya mengambil keputusan untuk memugar Kuburan Kuno tersebut dan menjadikannya sebagai salah satu obyek wisata yang baru, namun himbauan saya bahwa bukan hanya sebagai obyek wisata, PemKab Luwu Timur seharusnya mendokumentasikan dan melestarikan situs tersebut dengan penelitian Anthropology dan Archeology, karena dari bahasa "KUNO" yang tercantum seharusnya bisa dibuktikan dengan penelitian, sedangkan kuburan kuno tersebut hanya segelintir kuburan yang ada di Matano, bahkan masih banyak yang lebih tua di daerah Matano,dan kesempatan ini saya mau merefisi nama kuburan tersebut yang tertulis "Lukamandiu" seharusnya "La Makandiu" nama tersebut adalah berasal dari keturunan raja Mokole Wawa Inia Rahampoe'oe Matano yang ke-4.
0
000wow gold
written by wow gold, March 20, 2009

we offer wow power leveling and wow power leveling wow gold
0
wow gold
written by wow gold, May 18, 2009
All wow gold major wow gold popular
0
answer this topic
written by GRIMESOlivia, August 15, 2010
I propose not to hold back until you earn big sum of cash to order goods! You can just get the mortgage loans or short term loan and feel fine
0
answer this topic
written by TYSONMarcella30, August 16, 2010
I received 1 st personal loans when I was 32 and that aided me very much. Nevertheless, I need the short term loan again.

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
Last Updated on Thursday, 25 December 2008 22:19